Cara Integrasi NIK dan NPWP Secara Online

Cara melakukan integrasi NIK dan NPWP secara online lewat aplikasi atau situs web DJP Online. Jadi harus wajib pajak dan bayar pajak ? Selengkapnya..
auqri

auqri - Cara integrasi NIK dan NPWP secara online, jadi tidak perlu datang ke kantor pajak domisili. Direktorat Jendral Pajak (DJP) dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) kini telah mengesahkan penggunaan Nomor Induk Kependudukan (NIK) sebagai pengganti Nomor Pajak Wajib Pajak (NPWP).

Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat DJP Kemenkeu Neilmaldrin Noor mengatakan, "Sampai tanggal 31 Desember 2023 NPWP lama masih bisa digunakan, sedangkan untuk yang format baru ini masih digunakan pada layanan administrasi perpajakan terbatas seperti login di aplikasi pajak.go.id." 

Cara Integrasi NIK dan NPWP Secara Online

Sebagai informasi, untuk masyarakat Indonesia yang NIK dan NPWP-nya sudah terintegrasi bisa langsung menggunakan layanan publik online milik Pemerintahan secara terbatas seperti aplikasi DJP, situs web DJP, dan lainnya. 

Nantinya tahun 2024 penggunaan NIK dan NPWP akan digunakan secara menyeluruh terkait hal-hal yang berkaitan dengan administrasi dan pengurusan di Pemerintah daerah ataupun pusat. 

Cara Integrasi NIK dan NPWP Secara Online

Sedangkan Wajib Pajak (WP) yang belum mengintegrasikan NIK dan NPWP-nya bisa langsung validasi secara online lewat aplikasi atau situs web DJP Online. Berikut langkah-langkahnya:

  1. Buka situs web https://djponline.pajak.go.id/account/login
  2. Silahkan login menggunakan No. NPWP serta Kata Sandi yang terdaftar
  3. Masukkan kode keamanan yang tertera
  4. Lalu klik tombol Gabung
  5. Pada laman dashboard, pilih tab Profil
  6. Lalu masukkan NIK atau No. KTP ke form NIK/NPWP16 
  7. Setelah itu klik tombol Validasi sampai statusnya valid
  8. Terakhir klik tombol ubah profil / simpan data. 
  9. Selesai

Nah coba sekarang kamu login ke layanan aplikasi atau situs web DJP Online menggunakan NIK dan kata sandi yang terdaftar. Gimana, berhasil bukan?

NIK Jadi NPWP, Kita harus Wajib Pajak dan Bayar Pajak ?

Dalam Undang-Undang (UU) Perpajakan wajib pajak orang pribadi adalah mereka yang bertempat tinggal di Indonesia dan memiliki penghasilan melebihi penghasilan tidak kena pajak (PTKP) Rp. 54.000.000 juta selama setahun atau setara Rp. 4.500.000 juta per-bulannya. 

Yustinus Prastowo selaku Staf Khusus Menteri Keuangan mengatakan, "Dibawah itu tentu tidak wajib mendaftarkan diri sebagai wajib pajak. Penggabungan NIK dan NPWP justru akan mempermudah administrasi bagi masyarakat karena semua sudah terintegrasi dengan baik, kita akan dimudahkan." 

Informasi Tentang Integrasi NIK menjadi NPWP

Adapun beberapa informasi yang blog auqri.com dapatkan terkait integrasi NIK menjadi NPWP saat ini,  beberapa diantaranya ialah:

KTP yang sudah terintegrasi dengan NPWP tidak otomatis kena pajak

Perlu dipahami bahwa perubahan NIK menjadi NPWP ini adalah wujud terobosan baru pemerintah untuk menciptakan kemudahan dalam sistem perpajakan. Integrasi NIK dan NPWP ini akan menjadi Single Identity Number (SIN) yang akan membantu singkronisasi, verifikasi, dan validasi administrasi.

Karena pada dasarnya menurut UU KUP ada syarat subjektif dan objektif yang harus dipenuhi sebagai wajib pajak (WP). 

Kartu NPWP yang lama masih dapat digunakan sampai akhir tahun 2023

Proses transisi NIK dan NPWP ini akan berlangsung sampai dengan tahun 2023, dan akan berlaku secara menyeluruh pada tanggal 1 Januari 2024. 

Jadi wajib pajak yang memenuhi kriteria bisa langsung mendaftarkan dirinya secara online atau datang langsung ke kantor layanan pajak di daerahnya masing-masing.

Tidak perlu ganti KTP baru terkait penggabungan NIK menjadi NPWP

Masyarakat Indonesia tidak perlu mengganti kartu identitasnya terkait pengintegrasian NIK menjadi NPWP, karena layanan perpajakan sudah bekerja sama dengan dukcapil terkait pengkoneksian data secara online. 

Wajib Pajak juga tidak perlu khawatir karena data yang tersimpan akan tetap selalu aman walaupun NIK dan NPWP menjadi satu identitas. 

***

Yuk untuk kamu yang memenuhi kriteria seperti yang dijelaskan diatas, daftar menjadi Wajib Pajak (WP) atau integrasikan NPWP kamu dengan NIK lewat aplikasi atau situs web DJP Online. 

Demikianlah cara integrasi NIK dan NPWP Secara Online, semoga bisa membantu. 


Sumber: 
https://klikpajak.id/blog/nik-ktp-jadi-npwp/
https://www.kemenkeu.go.id/publikasi/berita/kembali-tegaskan-menkeu-sebut-nik-jadi-npwp-untuk-penyederhanaan/
https://www.merdeka.com/uang/siap-siap-pemerintah-bakal-ganti-npwp-dengan-nik-ktp-secara-bertahap.html
https://nasional.kontan.co.id/news/nik-sebagai-npwp-lalu-kita-semua-jadi-wajib-pajak-dan-harus-bayar-pajak
https://bisnis.tempo.co/read/1594897/dirjen-pajak-jelaskan-2-cara-aktivasi-nik-jadi-npwp

Komentar
Rani R Tyas Pemosting Komentar
aku terus bertanya-tanya, NPWP suami istri yang dijadikan satu terus gimana ya? Apakah berarti sekarang harus misah? Atau tetap jadi satu? Sementara itu, buat yang belum punya NPWP dan syaratnya sebetulnya tidak perlu jadi wajib pajak (karena masih belum memenuhi syarat), gimana ya?
diskretter website Pemosting Komentar
wah baru tahu ternyata bisa digabungin nik sama npwp, cara daftarinnya juga online jadi gampang ngga usah antri lama lama.
Yuni Bint Saniro Pemosting Komentar
Integrasi ini apakah mungkin terkait juga dengan kemudahan pelaporan pajak, Kak. Semisal kita udah punya NPWP sejak lama. Tapi karena 1 dan lain hal ternyata belum laporan. Apakah bisa langsung lapor pajak atas yang belum terlapor itu ya?
Tukang Jalan Jajan Pemosting Komentar
Aku jadi penasaran juga nih ingin nyobain menggabungkannya yes. Sepertinya akan dicoba dalam waktu dekat sih ini biar ngga pake ribet lagi
Erna Pemosting Komentar
Oalah.. Berarti sekarang gak usah rempong buat ngafalin nomor segitu panjang ya.. Truz kalo yang sebelumnya udah punya apa perlu update juga ato tetep no lama yg dipake kaka
Andina Pemosting Komentar
Hmm good to know. Kenapa ya harus digabung? Sekilas jadinya memang harus wewajibkan pajak dari penghasilan. Yang bikin bingung itu kalau pekerja lepas gimana ya?
Swastikha Pemosting Komentar
Selamat datang integrasi. Aku belum melakukan karena masih bingung. Jadi, ke depanmya semua penduduk indonesia wajib punya npwp ding
Firsty Ukhti Molyndi (Molzania) Pemosting Komentar
Katanya dengan adanya integrasi nik dan npwp, maka setiap orang menjadi wajib pajak. Pemasukan negara bisa bertambah, nih. Tapi yg di bawah nilai wajib pajak, tetep gak bayar pajak kan?
Irawati Hamid Pemosting Komentar
Pada akhirnya semua orang akan punya NPWP yaa. Nanyak alasan orang belum punya NPWP salah satunya karena malas ke kantor pajak, integrasi nik ini adalah solusi untuk hal seperti ini
Bunsal Pemosting Komentar
Waduh, beneran mulai berlaku ya.
Negeri Wakanda mah memang adddaaa saja. Urusan administrasi begini berubah, semacam kurikulum pendidikan :D
Penasaran, ganti eksekutif nanti, sistem ini bakal diapain lagi yak..
Dian Restu Agustina Pemosting Komentar
Senang dengan integrasi ini..karena memudahkan pasti, NIK dan NPWP satu aja nomornya. Saat saya tinggal di Amerika juga lebih kurang sama, dari sisi wajib pajak maupun pemerintah jadi lebih mudah. Makasih tutorialnya, secara online bisa ternyata ya ngurusnya...gampil pula
Farhati Mardhiyah Pemosting Komentar
NPWP aku masih lama jadi sampe nanti 2023 ya masih bisa dipake, tapi aku belum pernah lapor pajak hihi
www.faradiladputri.com Pemosting Komentar
Wah makasih infonya. Aku baru baca baca headlinenya aja di portal berita. Enaknya kalau NIP bisa sekaligus ngurs-ngurus semua ya. Jadi lebih jelas 👍
Rahman Kamal Pemosting Komentar
Wah, baru tau ternyata sudah bisa dilakukan secara daring ya. Sebelumnya waktu lapor pajak di awal tahun waktu tanya perihal hal ini dijawab kalau masih belum ada kebijakan resmi dari DJP Pusat. Biasanya sih ngurus langsung ke kantor biar gk ribet dan sekalian tanya-tanya biar jelas
fanny_dcatqueen Pemosting Komentar
Pertanyaan mba Rani itu aku juga penasaran. Gimana yg jadi 1 Ama suami.

Sejak resign dari kantor, aku tuh jujur bingung Ama masalah perpajakan. Soalnya dulukan udh diurus kantor, jadi tinggal terima beres. Sekarang puyeng, tapi kalo dipikir, ibu RT kan bukan WP, ya ga sih? Walaupun uang bulanan yg dia dapat dari suami di atas gaji bulanan wajib pajak, tapi itu ga masuk kriteria kan??